,

WEE MUANA: KISAH MATA AIR DAN KEHILANGAN

Rp95.000

Kemarau panjang mengubah Manu Kuku menjadi tanah yang retak dan kehausan. Mata air mengering, ladang kehilangan harapan, dan setiap tetes air menjadi penentu kehidupan.Di tengah keadaan itu hidup Ngongo, seorang anak yang mencintai hujan dan percaya bahwa tanah dapat mendengar setiap kata manusia. Namun ketika keputusasaan membuat ibunya mengucapkan sebuah kalimat yang tak pernah benar-benar dimaksudkan sebagai kutukan, batas antara kenyataan, kepercayaan, dan misteri alam pun runtuh.
Sejak hari itu, sebuah kehilangan melahirkan kehidupan. Dari tanah yang merekah muncul mata air yang tak pernah berhenti mengalir Wee Muana yang kemudian diwariskan sebagai legenda dari generasi ke generasi.
Berakar pada tradisi lisan masyarakat Sumba, Wee Muana menghadirkan kisah yang menyentuh tentang kasih seorang ibu, ketulusan seorang anak, kekuatan kata-kata, serta hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Sebuah novel yang mengingatkan bahwa setiap ucapan meninggalkan jejak, dan bahwa penyesalan terkadang menjadi mata air bagi harapan yang baru.

Keterangan Detail
ISBN 978-634-7795-44-1
Penulis Buku Paulus Ama Kamuri, S.Pd., M.Li.
Kanisius Kami, M.Pd.
Editor Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed
Penyunting Salsabila Azhara, S.Pd.
Desain Sampul & Tata Letak Ringgalang Alfath Saksaky, S.IP.
Penerbit CV. Pustaka Press Indonesia
Kategori Sastra dan Novel
Tahun Terbit 2026

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “WEE MUANA: KISAH MATA AIR DAN KEHILANGAN”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top